Teori Keberadaan Putri Duyung Yang Kontroversial

Publik Amerika digemparkan dengan acara Animal Planet bertajuk "Mermaids: The Body Found". Merespons acara ini, lembaga Kelautan Amerika (NOS) mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan Putri Duyung tidak ada. Itu hanya cerita mistis belaka.

TIME.com, 4 Juli 2012, menerima pernyataan resmi NOS yang menyatakan bahwa tidak ada mahluk air yang berpenampilan setengah manusia, setengah hewan. Respons ini dikeluarkan atas maraknya pernyataan publik kepada lembaga itu.

"Tidak ada bukti yang pernah ditemukan adanya manusia air itu," tulis pernyataan resmi NOS. Pernyataan ini sekaligus menjawab rumor yang santer mengatakan bahwa mahluk setengah manusia dan setengah ikan itu lebih dari sekadar cerita Disney.

Menurut situs resmi Animal Planet Monster Week, acara "Putri Duyung: Tubuh Ditemukan" itu merupakan fiksi ilmiah yang didasari beberapa peristiwa nyata dan teori ilmiah.

Menurut NOS, tampilan gambar Putri Duyung dalam program itu tampak begitu nyata sehingga seperti layaknya sebuah dokumentasi. Hal itu diperkuat dengan testimoni dua peneliti yang mendukung program itu yang mengatakan, "Telah menemukan sisa-sisa mahluk laut yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya."

Anggapan semakin diperkuat dalam program itu dengan adanya diskusi selama acara berlangsung. Diskusi yang mendebatkan proses evolusi hewan air yang menyerupai manusia. Manusia bersirip yang hidup di dalam air.

NOS tidak habis pikir mengapa para ilmuwan itu menyimpulkan ke arah putri duyung? "Itu pertanyaan terbesar bagi para sejarawan, filsuf, dan antropologis," tulis NOS.

Dalam situs berita Animal Planet memang diperlihatkan beberapa bukti-bukti adanya keberadaan putri duyung. Bahkan, Animal Planet memperlihatkan dokumen evolusi adanya manusia air. Ada juga coretan manusia purba di dinding yang memperlihatkan gambar manusia berekor ikan. Animal Planet juga berani menampilkan gambar-gambar seperti ilustrasi tentang putri duyung yang berinteraksi dengan hewan air. (sj)

Get This Comment Form